Video Dugaan Politik Uang Bupati Kotabaru Diusut

Bupati Kotabaru Sayed Jafar Alaydrus saat bersua warga Desa Sekapung, Pulau Sebuku. Foto: istimewa

Bawaslu Kabupaten Kotabaru sedang menelisik dugaan politik uang yang dilakukan oleh Calon Bupati Kotabaru, Sayef Jafar Alaydrus (SJA). Pelapor dan tim hukum paslon Cabup dan Cawabup Kotabaru, Burhanudin – Bahrudin (2BHD), telah melengkapi berkas laporan dugaan politik uang ini ke Bawaslu Kotabaru pada Minggu (1/11/2020).

Komisioner Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kotabaru, Gafuri, mengatakan pihaknya sedang mempelajari laporan dugaan politik uang dari Rustaniah Basrindu. Bawaslu, kata dia, perlu mengkaji lagi dalam waktu 1×24 jam untuk menentukan sikap apakah ada pelanggaran pemilu atau tidak.

Menurut Gafuri, pelapor sejatinya sudah melaporkan kasus ini pada 27 Oktober lalu. Namun, pelapor diminta melengkapi syarat materiil, saksi, dan uraian kejadian yang batas akhirnya pada Minggu (1/11/2020).

“Kami perlu kajian lagi, apakah memenuhi unsur tindak pidana atau tidak. Kalau memenuhi unsur pidana, diteruskan ke Gakkumdu. Kalau tidak ada unsur pidana, dihentikan,” kata Gafuri kepada banjarhits.com, Minggu (1/11/2020).

Gafuri berkata penerapan unsur dugaan tindak pidana pemberian uang itu mengacu Pasal 187A Ayat 1 Juncto Pasal 73 Ayat 4 UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah. “Prosesnya masih panjang,” ujarnya.

Rustaniah Basrindu berkata dugaan tindak pidana politik uang ini terjadi di lingkungan RT 5 Kampung Tengah, Desa Sekapung, Kecamatan Pulau Sebuku. Ia sudah mengantongi bukti video, kesaksian si perekam video, dan warga yang terima uang dari SJA.

“Ada yang nerima, ada yang memvideo siap jadi saksi. Dugaan awal money politic,” kata Rustaniah Basrindu. Informasi yang diterima banjarhits.com, video ini direkam oleh Juhai, seorang warga Pulau Sebuku.

BACA JUGA  Petani 3 Kabupaten di Kalsel Gabung SPI
Video dugaan politik uang di Desa Sekapuk, Kecamatan Pulau Sebuku, Kabupaten Kotabaru.

Juhai membenarkan telah merekam aksi SJA yang berbagi uang ke warga Kampung Tengah, Desa Sekapung pada 21 Oktober 2020. Juhai sengaja merekam video itu agar masyarakat tahu Bupati Kotabaru datang ke Kampung Tengah untuk berbagi rejeki.

Menurut Juhai, SJA tidak bicara eksplisit kepada si penerima uang. “Tapi tim suksesnya (SJA, red) mengatakan tolong pilih diingat nomor 1, itu saja. Jadi saya posting itu biar masyarakat tahu inilah yang dilakukan pak Sayed Jafar bersama tim suksesnya, sesuai hasil rekaman di video,” ujar Juhai.

Juhai mempersilakan kalaupun tim 2BHD mempersoalkan rekaman video itu. Namun, ia enggan dibawa-bawa sebagai saksi. “Kalau untuk jadi saksi, tidak ada kompromi, belum tentu saya mau jadi saksi. Saya merekam untuk kepentingan masyarakat, yang mana khususnya pendukung BHD, termasuk saya pendukung BHD,” kata Juhai.

Adapun tim hukum paslon Bupati dan Wabup Sayed Jafar – Andi Rudi Latif (SJA – ARUL), Tri Wahyudi Warman, belum mendapat surat panggilan resmi dari Bawaslu Kotabaru ihwal dugaan politik uang ini. Pihaknya siap memenuhi panggilan resmi Bawaslu.

“Kami siap ikuti proses hukumnya, artinya kami kooperatif. Tapi kami belum terima laporan resmi dari Bawaslu,” ucap Tri.

SJA berstatus bupati petahana Kotabaru yang maju lagi saat Pilkada 2020. Pilbup Kotabaru 2020 diikuti oleh dua pasangan calon bupati dan wakil bupati Kotabaru: Sayed Jafar Alaydrus – Andi Rudi Latif (Nomor 1); dan Burhanudin – Bahrudin (Nomor 2).

Bagikan ini :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Keluhan Bocah Korban Kebakaran Hebat di Kotabaru

Read Next

Kata Saksi Kunci Video Dugaan Politik Uang Bupati Kotabaru

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: