Untold Story: Misteri Berdarah Dua Penjara

Bilik gantung penjara. Foto: Iluminasi.com

Penjara. Mendengar tempat itu, orang pasti bergidik. Penjara tempat penghukuman orang-orang yang dianggap berbuat kesalahan, setelah diproses lewat mekanisme hukum positif.

Orang memandang penjara sebuah tempat berisi sel-sel teralis besi dengan deretan tembok yang sudah kusam. Di penjara, aku belajar menempa diri jadi pribadi tangguh dan mengasah persahabatan. Penjara tempat dimana kita akan tahu siapa kawan sejati seperjuangan.

Penjara juga menyisakan secuil cerita misteri dan berdarah. Tak salah jika ada anggapan penjara tempat angker dan misterius yang bikin bergidik. Kisah ini kejadian nyata dari penuturan sesama tahanan, dan pengalaman pribadiku.

Aku masuk Rumah Tahanan Polda Kalimantan Selatan pada 4 Mei 2020, lalu dikirim ke Rutan Polres Kotabaru pada 20 Mei 2020. Atas sengketa karya jurnalistik, hakim Pengadilan Negeri Kelas II Kotabaru mengetuk vonis pidana 3 bulan 15 hari terhadap diriku. Aku bebas dari bui pada 17 Agustus 2020, tepat di Hari Kemerdekaan RI ke-75.

Dua penjara itu meninggalkan kesan misteri bagi aku pribadi. Rutan Polda Kalsel punya tiga sel isolasi, sebagai tempat tahanan baru dan tahanan lama yang kepergok melanggar aturan penjara. Tahanan yang kedapatan punya rokok, ponsel, dan barang terlarang lain, biasanya dijebloskan ke sel isolasi.

Saat aku masuk bui di sana, petugas jaga menempatkan diriku di sel isolasi 2. Aku hidup bersama sembilan orang tahanan lain dalam sel seluas 2×6 meter ini. Sempit, gerah, dan panas.

Dari kasak-kusuk sesama tahanan saat itu, sel isolasi 1 sengaja dikosongkan karena rumor sering kejadian aneh dan misterius. Di sel isolasi 1, pernah kejadian seorang tahanan tewas mengenaskan. Almarhum seorang tahanan kasus narkoba yang tewas akibat perkelahian antar tahanan pada 2018.

Seorang tahanan pernah kesurupan akibat menghuni sel isolasi 1. Alhasil, petugas memindahkan si tahanan ke sel Bali yang berada di lantai 3. Posisi sel isolasi 1 di pojok lantai 2 rumah tahanan tersebut.

Akibat kejadian misteri itu, petugas jaga selalu menempatkan tahanan baru di sel isolasi II dan sel isolasi III. Aku kebetulan dijebloskan ke sel isolasi 2 selama 14 hari, sebelum dipindah ke sel Sumatera.

Sepenggal cerita misteri juga mampir ke telingaku ketika menghuni Rutan Polres Kotabaru. Ada enam kamar sel di Rutan Polres Kotabaru. Kamar sel 1 dahulu diisi tahanan wanita. Kini, Polres Kotabaru punya penjara khusus wanita di kawasan Stagen.

Lantaran sel 1 khusus wanita, desain kamar mandinya agak berbeda ketimbang kamar sel 2 – 6. Terutama ketinggian dinding kamar mandi. Di sel-sel khusus pria, dinding kamar mandinya dibangun setinggi bahu orang dewasa.

Adapun tinggi dinding kamar mandi sel 1 melebihi kepala orang dewasa. Kira-kira tingginya 2,5 meter. Tembok kamar mandi dibikin tinggi agar tahanan wanita ketika mandi tidak terlihat oleh tahanan lain.

Di sel 1 inilah, konon kabarnya, ada seorang tahanan wanita tewas bunuh diri. Doi menjatuhkan diri dari atas tembok kamar mandi ke lantai. Almarahum tewas seketika akibat luka benturan di kepala.

Selain di kamar sel 1, seorang tahanan pria pernah bunuh diri di kamar sel 5. Pria itu bunuh diri setelah menjeratkan lehernya pada seikat sarung. Akibat dua kejadian mengenaskan ini, aku pernah dua kali mendapati kejadian aneh di Rutan Polres Kotabaru.

Aku membuktikan bahwa penjara memang tempat angker, bikin orang bergidik. Suatu hari, di lorong pojok penjara, sehelai rambut panjang kira-kira 50-an centimeter, jatuh di lantai. Tahanan di sana percaya bahwa ada sesosok makhluk gaib yang menempati tempat penemuan rambut wanita tersebut.

Kata Pace — panggilan untuk salah satu tahanan di sana– penemuan sehelai rambut panjang sudah sering di Rutan Polres Kotabaru. Aku melihat sendiri rambut panjang itu yang dipungut oleh Pace, lalu dimasukkan ke dalam sarung bantalnya. Entah apa maksud Pace menyelipkan sehelai rambut wanita itu ke sarung bantal.

Penampakan rambut panjang ini tentu menyimpan misteri, mengingat tidak satupun tahanan pria yang berambut panjang sampai 50-an centimeter. Aku dulu memang berambut panjang, tapi sudah dicukur gundul sejak 21 Mei 2020.

Sementara penemuan rambut panjang itu kira-kira awal Agustus 2020. Kejadian aneh kedua, aku mendapati Mandor — sebutan seorang tahanan kasus pencurian buah sawit– mengigau ketika terlelap tidur. Saat itu, Mandor menempati TKP — sebutan titik tidur– di tempat penemuan rambut panjang tadi: pojok lorong penjara.

Mandor mengigau tak keruan, sebelum dibangunkan oleh Hasto — tahanan kasus pelecehan seksual. TKP yang ditiduri Mandor cuma berjarak empat langkah dari posisiku tidur. Aku masih ingat saat itu pukul 03.30 wita. Lokasi dua kejadian tadi kebetulan di depan kamar sel 5 dan 6.

Rentetan cerita dan kejadian itu menguatkan kesan penjara layak disebut tempat angker. Program-program hiburan yang mencari keberadaan hantu, patut coba penjara sebagai uji nyali. Tentu, penjara yang sudah tanpa penghuni.

Diananta P. Sumedi

(CEO banjarhits.com dan eks narapidana pers)

Avatar

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Kriminalisasi Pers di Era Demokratisasi

Read Next

Angin Merusak 6 Rumah, Kerugian Rp 100 Juta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *