Ketua Dewan Pers Beri Pelatihan Wartawan Ekbis Banjarmasin

Pelatihan wartawan yang digelar Bank Indonesia Kalsel, Kamis (19/11/2020). Foto: banjarhits.com

Kantor Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan gelar pelatihan jurnalistik bagi 36 orang wartawan ekonomi bisnis di Kota Banjarmasin pada Kamis (19/11/2020). Pelatihan wartawan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Pelatihan isu-isu ekonomi berbasis media digital ini menghadirkan pembicara Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh; Analis Fungsi Pelaksanaan Pengembangan UMKM, KI, dan Syariah Aryo Wibowo; Asisten Analis Kelompok Perumusan KEKDA Wilayah dan Provinsi, Annisa Elma Nabila; dan Kasir Unit Pengelolaan Uang Rupiah, Fahrudin dan Rizki Rahmatullah.

Mohammad Nuh berkata wartawan mesti sadar bahwa perubahan sebagi keniscayaan. Sebab, perubahan membawa kebaharuan (novelty). Menurut Nuh, wartawan harus punya jiwa pembelajar sejati agar memberikan kebaharuan dan kepenasaran. “Berita harus mengandung unsur kebaharuan,” kata M Nuh dalam paparannya, Kamis (19/11/2020).

Nuh menlihat, kualitas kemerdekaan pers ditentukan ekosistem media yang mencakup empat indikator: kompetensi, integritas, perlindungan, dan kesejahteraan. “Pers harus tetap berperan sebagai kontrol sosial berbasis information credibility,” Nuh melanjutkan.

Wartawan ekonomi, kata Nuh, termasuk kategori wartawan spesialis karena mesti paham prinsip dasar dan mampu membaca data sebagai penopang berita. Wartawan ekonomi harus tahu konsep pertumbuhan ekonomi, gini rasio, inflasi, deflasi, pendapatan perkapita, non performing loan, dan lainnya.

Pemateri Aryo Wibowo menjelaskan potensi perikanan, UMKM, dan pariwisata di Kalimantan Selatan. Menurut Aryo, BI punya empat kriteria atau level UMKM: UMKM level 1 (potensial), UMKM level 2 (sukses), UMKM level 3 (sukses digital), dan UMKM level 4 (potensi ekspor).

Di Kalsel, BI sudah mendampingi 36 UMKM pada 2019 dan 70 UMKM pada 2020. Dari 36 UMKM binaan pada 2019, Aryo merinci 20 UMKM level 1, 13 UMKM level 2, dan 3 UMKM level 3.

Adapun dari 79 UMKM pada 2020, BI Kalsel mendampingin 6 UMKM level 1, 35 UMKM level 2, 26 UMKM level 3, dan 3 UMKM level 4. Ia menyebut ada beberapa kendala pengembangan sektor budidaya udang di Kabupaten Kotabaru. Sehingga petambak kesulitan memenuhi permintaan ekspor udang asal Kalsel.

Avatar

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

2021, Target Pendapatan Daerah Kalsel Melonjak

Read Next

Akses Jalan Sulit, Petani Nanas Jualan ke Tengkulak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *