DPR RI Terkesan Kawasan Transmigrasi di Batola

Komisi V DPR-RI mengunjungi Desa Karang Indah Kecamatan Mandastana Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kamis (26/11/2020). Anggota Komisi V yang hadir di antaranya HM Rifqinizami Karsayuda, Irmadi Lubis, Hamka Baco Kady, Syahrul Aidi Maazat, dan Sungkono.

Kunjungan juga diikuti sejumlah karyawan sekretariat dan tenaga ahli serta didampingi mitra pendamping Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan Herlina Sulistyorini, Dirjen Pengembangan Kawasan Transmigrasi HM Nurdin, Staf Ahli Menteri Bidang Pengembangan dan Kemasyarakatan Ansar Husen, Kepala Balai Latihan Masyarakat Banjarmasin, dan Balilatfo Pepen Effendi.

Kehadiran rombongan di Desa Binaan Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi ini diterima penjabat Gubernur Kalsel H Rudy Resnawan diwakili Kepala Bappeda Provinsi Fajar Desira, Bupati Batola Hj Noormiliyani AS, para anggota forkopimda, SKPD terkait, camat, para kades dan seluruh lapisan masyarakat.

“Tujuan kunjungan kami untuk melihat bagaimana implementasi program dari Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi yang merupakan mitra kami,” tutur ketua pimpinan, HM Rifginizami Karsayuda saat menggelar pertemuan di Gedung Serba Guna Desa Karang Indah.

Anggota Komisi V dari Fraksi PDIP Dapil Kalsel I itu menyatakan, kunjungan ini memiliki arti penting dalam rangka memastikan fungsi pengawasan DPR apakah berjalan dengan baik.

Mengingat, lanjut warga asli Kalsel itu, fungsi pengawasan salah satu yang menjadi input untuk melaksanakan pembahasan anggaran pada APBN dari tahun ke tahun.

Ia bersyukur Kemendes PDT dan Transmigrasi, khususnya di Dirjen Pengembangan Transmigrasi tahun 2021 mengalokasikan anggaran cukup signifikan untuk Kabupaten Batola dan Tanah Bumbu yang totalnya hampir Rp 4 miliar.

Rifqinizami menyatakan, dari kunjungan yang laksanakan ini untuk melihat program-program lain guna bisa didorong agar anggaran juga bisa dimaksimalkan pada tahun-tahun berikutnya.

Melihat potensi Kawasan Transmigrasi KTM Cahaya Baru, Rifqinizami menilai sangat membanggakan karena bukan hanya diandalkan dalam konteks sarana prasarana lingkungan, tapi juga memiliki kekuatan ekonomi.

Apalagi keberadaan BUMDes yang mengelola berbagai produk yang ada terutama produk pertanian seperti jeruk yang menjadi salah satu produk unggulan. “Karena jeruk di sini bukan hanya dijual dalam bentuk buah, tetapi juga diolah dalam wujud produk yang mudah-mudahan ke depan bisa kita dorong,” ucapnya.

Terkait keberadaan BUMDes di Desa Karang Indah yang juga menjadi penyalur pupuk bersubsidi, ia memberikan pemikiran agar BUMDes turut menjajaki usaha penyaluran pupuk. Sebab, ke depan pemerintah mengupayakan penyediaan pupuk tak sekadar BUMN, tetapi juga pihak-pihak swasta.

“Saya kira ke depan itu sangat potensial di samping akan menjamin keberadaan stok pupuk di tingkat petani dengan haraga yang lebih terjangkau,” pungkasnya.

Bupati Batola Hj Noormiliyani AS menyatakan, kunjungan kerja yang dilakukan Komisi V DPR RI memberi kehormatan dan kebanggaan bagi masyarakat dan daerah. Pihaknya semakin memotivasi untuk terus memberikan yang terbaik terutama dalam mendukung berbagai program dan kebijakan pemerintah nasional dalam rangka memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.

Kunjungan kerja DPR dinilai penting dan strategis dalam percepatan pembangunan perdesaan dan pengembangan kawasan transmigrasi prioritas yang ditargetkan pada RPJMN 2020-2024.

“Dimana 6 dari 52 kawasan transmigrasi tersebut prioritas dikembangkan menjadi kawasan transmigrasi berdaya saing termasuk Cahaya Baru serta sesuai pula dengan visi Kabupaten Barito Kuala yakni Batola Setara,” kata Noormiliyani.

Pertemuan anggota Komisi V dengan masyarakat Desa Karang Indah ini juga berisi dialog terkait berbagai persoalan dan kendala yang dirasakan masyarakat setempat.
Usai menggelar pertemuan, rombongan Komisi V didampingi Bupati, yang mewakili Plt Gubernur Kalsel, anggota forkopimda Batola, dan SKPD terkait meninjau lokasi kebun jeruk di desa setempat.

Share this :

diananta putra sumedi

Editor

Read Previous

Buaya Kotabaru Pemakan Manusia Sempat Muncul

Read Next

Pertanian di Banjar Dirancang Tanpa Bahan Bakar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *